Memulai Langkah Kecil untuk Cita-Cita Besar

Susan.. susan.. kalo gede mau jadi apa?

Aku kepingin pinter biar jadi dokter..

Kalau Susan pengen jadi dokter, kamu mau jadi apa, Sahabat?

Beberapa di antara kamu pasti ada yang langsung bisa menjawab nantinya mau jadi apa setelah lulus sekolah. Namun ada juga yang masih berpikir-pikir kelak akan melakukan apa dan berprofesi seperti apa.

Masa remaja adalah pijakan awal buat kamu menemukan potensi diri dan mengembangkannya. Mulai saat ini, kamu harus mulai menggali potensi yang ada dalam diri kamu. Jika belum tahu kamu berbakat di bidang apa, lebih baik lakukan banyak hal dan coba hal-hal baru yang positif. Dengan begitu, pengetahuanmu akan lebih luas dan kesempatanmu semakin lebar.

Jika sudah menemukan bakat yang sesuai dengan diri kamu, kembangkan ya, Sahabat! Tak perlu kamu malu, resah atau tak percaya diri dengan kemampuan yang kamu miliki. Bakat atau talenta adalah pemberian dari Tuhan yang harus kamu asah dan kemudian dapat bermanfaat bagi dirimu dan orang-orang di sekitarmu.

             

Setiap orang diciptakan berbeda dengan yang lainnya. Karena itu, bakatnya pun juga berbeda-beda. Kamu tidak harus meniru bakat orang lain hanya karena bakat itu terlihat keren. Misalnya, saat ini hobi fotografi sedang banyak digemari. Kamu tak perlu memaksakan diri untuk bisa dan suka fotografi. Tak perlu malu dan memendam bakatmu hanya karena bakatmu tidak umum. Justru jika kamu memiliki bakat yang tak biasa, kamu akan lebih dapat bersinar nantinya.

Orang tua terkadang memiliki kuasa yang besar pula terhadap masa depan kita. Menyenangkan jika orang tua mendukung bakat yang kita miliki. Namun ada kalanya orang tua mengarahkan anaknya ke bidang yang lain. Jika kamu mengalami hal ini, jangan patah arang dahulu, Sahabat. Diskusikanlah dengan orang tuamu. Bahas baik dan buruknya, serta konsekuensi yang harus kamu ambil. Kamu perlu meyakinkan orang tua, bahwa bakat yang kamu miliki layak untuk dikembangkan dan nantinya bermanfaat.

Hal terpenting yang harus kamu pahami adalah manusia diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi satu sama lain dan saling membantu. Karena itu, manusia yang paling baik adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Nah, bakat yang kamu miliki wajib dikembangkan ke arah positif untuk membantu orang lain. Misalnya, seorang hacker bisa saja meretas jaringan keamanan bank untuk mencuri uang, namun dia lebih memilih untuk menjadi konsultan keamanan jaringan. Bakat apa saja bisa menjadi bermanfaat atau tidak tergantung dari diri sendiri.

Tidak harus menjadi pekerja medis atau pekerja sosial untuk dapat berbuat baik. Kamu cukup menjadi dirimu sendiri dengan keunikan yang kamu miliki, untuk dapat bermanfaat bagi dunia.

Temukan bakat atau impian, asah, latihan, latihan, dan latihan, disertai semangat pantang menyerah, cari kesempatan dan coba lagi kalau gagal, barulah prestasi dapat tercapai. Hal-hal inilah yang harus kamu lakukan untuk mencapai cita-cita, Sahabat!  Tetap semangat ya!

 
    Share to Facebook Share to Twitter