Proses Pembuahan Dalam Rahim

Hai, Sahabat!

Kamu punya adik yang masih kecil? Mungkin di antara kamu pernah bertanya-tanya, dari mana adik bayi berasal? Kok tiba-tiba perut ibu buncit kemudian keluar bayi? Apakah ibu makan adik bayi? Atau, adik bayi tiba-tiba saja ada di perut ibu? Bagi kamu yang sudah mendapatkan pelajaran Biologi di sekolah, mungkin kamu sudah paham sedikit-sedikit bagaimana seorang manusia dapat tercipta dari ayah dan ibu.

Proses Pembuahan

Bayi akan terbentuk di rahim ibu setelah proses pembuahan terjadi. Proses pembuahan adalah bertemunya sel sperma dari ayah dengan sel telur yang dihasilkan ibu. Setelah bertemu, kedua sel ini akan bersatu dan membelah diri menjadi beratus-ratus sel. Kemudian, dia akan berkembang menjadi zigot atau bakal bayi.

Rahim ibu mulai menebal untuk mempersiapkan tempat tinggal yang layak untuk calon adik bayi. Pada saat mengandung, ibu secara otomatis tidak akan mengalami menstruasi, Sahabat. Karena, sel telur yang dihasilkan berhasil dibuahi. Sedangkan, menstruasi terjadi jika sel telur tidak dibuahi. Nah, untuk memahami lebih jelas tentang alur menstruasi, kamu bisa lho melihat di sini.

Di Dalam Kandungan Ibu

Ketika mengandung, terkadang ibu banyak makan atau ngidam makanan-makanan tertentu. Hal ini adalah salah satu mekanisme tubuh untuk memenuhi kebutuhan gizi, bukan hanya untuk ibu melainkan untuk calon adik bayi juga. Karena, ketika seorang ibu hamil makan, dia tidak hanya memberi nutrisi untuk tubuhnya sendiri, namun juga memberi gizi untuk bayi yang dikandungnya.

Semakin lama, bayi akan semakin tumbuh besar di rahim ibu. Hingga sekitar 40 minggu, dihitung dari hari pertama haid terakhir, bayi sudah siap untuk dilahirkan. Selama itulah, ibu terus menjaga adik bayi di dalam rahimnya setiap saat di mana pun dia berada.

Melahirkan seorang bayi pun bukan hal yang mudah, Sahabat. Ibu mempertaruhkan nyawa untuk dapat mengeluarkan kita ke dunia ini. Wah, berat sekali ya pengorbanan seorang ibu untuk membesarkan kita sedari lahir. Karena itu, sayangi dan hormati ibu kita ya, Sahabat.

Begitulah proses terbentuknya bayi dari yang sebelumnya tidak ada, menjadi manusia kecil baru yang imut-imut. Hehe..

Hubungan Seksual yang Bertanggung Jawab

Seperti yang telah Femii jelaskan sebelumnya, awal mula terbentuknya bayi adalah dengan pertemuan antara sperma dan ovum. Bagaimana itu terjadi? Sperma dihasilkan oleh testis pada alat kelamin laki-laki, dan ovum atau sel telur dihasilkan oleh indung telur pada rahim perempuan. Sperma dan ovum bisa bersatu karena adanya aktivitas seksual antara laki-laki dan perempuan.

Manusia melakukan hubungan seksual untuk melestarikan keturunan dengan cara membangun keluarga. Karena itu, hubungan seksual sama sekali bukanlah hal yang sepele. Ada sebuah tanggung jawab besar saat sepasang manusia melakukannya. Mereka berdua harus menikah, untuk menguatkan komitmen hidup bersama. Setelah itu melakukan perencanaan yang matang untuk membangun sebuah keluarga. Membangun sebuah keluarga bukan hanya tentang melahirkan keturunan saja lho, Sahabat. Namun juga harus bertanggung jawab membesarkan dan mendidik anak menjadi manusia yang berkualitas dari berbagai sisi.

Jika dilihat sekilas, hubungan seksual memang terlihat remeh jika dilakukan atas dasar nafsu sesaat dan tidak memperhatikan konsekuensinya. Karena secara insting biologis, manusia akan bisa melakukannya dengan mudah. Sahabat sudah membaca tentang proses pembentukan janin di rahim pada penjelasan Femii sebelumnya? Terdengar sederhana kan jika dijelaskan secara biologis? Hubungan seksual yang sehat dilakukan dalam ikatan pernikahan dan tidak berganti-ganti pasangan, Sahabat. Hubungan seksual mengacu pada tanggung jawab yang besar secara sosial, psikologis, ekonomi, hingga religius, bukan hanya biologis. Karena, proses membangun manusia bukan hanya dari bertemunya sperma dan ovum sampai dia dilahirkan, melainkan berkesinambungan sampai dia dewasa dan membangun sebuah keluarga yang baru dan seterusnya.

Setelah membaca ini kamu sudah paham kan, Sahabat.. bahwa kita dianugerahi alat reproduksi oleh Tuhan dengan tujuan yang sungguh mulia, yakni membangun generasi yang berkualitas. Karena itu, jaga dan pergunakan anugerah yang kita miliki dengan baik serta penuh rasa tanggung jawab. Jika kamu memiliki teman dekat lawan jenis, lebih baik kamu berhati-hati ya. Jangan sampai terjerumus ke dalam hubungan seksual tidak bertanggung jawab. Jatuh cinta itu wajar, namun harus tetap berhati-hati. Baca juga artikel Femii tentang jatuh cinta di sini!

Yuk bangun mindset baru, dengan fokus mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik, agar suatu saat kita dapat mendidik anak cucu kita lebih baik lagi, Sahabat! Belajar yang rajin, lakukan hal-hal baru, kembangkan potensi diri, dan raihlah prestasi!

Stay positive, and stay active, Sahabat!

 
    Share to Facebook Share to Twitter