5 Tips Menghadapi Masa Pubertas

Halo, Sahabat!

Saat ini kamu sudah memasuki masa remaja. Masa-masa ini begitu penting dalam proses pendewasaanmu masa itu biasa disebut dengan masa pubertas, Sahabat. Nah, namun sayangnya proses ini tidak bisa berulang lagi, karena itu, usahakan masa remaja menjadi masa yang indah ya!

Banyak hal yang berubah saat kamu beranjak dewasa atau menginjak masa pubertas, mulai dari tubuh, tanggung jawab, dan kondisi di sekitarmu.  Dalam menghadapi perubahan ini tak jarang seorang remaja mengalami beberapa masalah. Jika tidak dihadapi dengan tepat, permasalahan ini dapat mempengaruhi kondisi psikologis di masa yang akan datang.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, Femii memberikan beberapa tips yang dapat kamu terapkan saat menginjak usia remaja dan masa pubertas:

1. Pahami Dirimu dengan Baik

Seperti yang sudah Femii jelaskan sebelumnya, pada masa ini kamu akan mengalami banyak perubahan dalam hidup. Hal paling sederhana adalah perubahan tubuh selama masa pubertas. Perubahan tubuh ini pun berbeda-beda tiap orang. Ada yang cepat, ada pula yang butuh waktu lebih lama. Pada saat ini juga kamu akan mengalami haid pertama.

Ketika kamu mengalami perubahan bentuk tubuh lebih cepat dari teman-teman, seperti misalnya tumbuh payudara, kamu tidak perlu malu atau takut. Cepat atau lambat, teman-temanmu juga akan mengalaminya kok. Jangan biarkan juga, hal ini dijadikan sebagai bahan olok-olok.

Selain memahami perubahan dalam tubuh, kamu juga harus memahami seperti apa karakter kamu. Nah, Femii bisa bantu cari tahu karaktermu dengan kuis ini.

Secara emosional biasanya juga ada perubahan lho saat kita beranjak dewasa. Tugas kamu adalah memahami karakter dan reaksimu ketika berhadapan dengan orang lain. Jika kamu sudah paham, kamu juga harus memahami karakter orang lain sehingga kamu dapat menempatkan diri dengan baik di mana pun kamu berada.

2. Temukan Bakatmu

Masa remaja dibilang sebagai masa pencarian jati diri. Pada saat inilah biasanya kamu mulai mencari-cari hal mana yang baik, hal seperti apa yang menarik, dan hal apa yang kamu inginkan. Jika sejak dini kamu sudah menemukan passion, bakat, dan keunikan dirimu kemudian mengembangkannya dengan baik, hal ini amat baik untuk masa depan kamu, Sahabat. Seperti misalnya kamu sudah menyadari bahwa kamu suka musik dan jago main piano. Kamu harus mengembangkan kemampuanmu itu hingga kamu menjadi maestro.

Jika kamu belum menemukan apa yang kamu bisa, kamu dapat memulai dengan apa yang kamu sukai. Temukan sebuah aktivitas yang menyenangkan dan produktif. Kembangkan itu menjadi sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk lingkungan sekitarmu.

Menemukan bakat itu memang tidak mudah, Sahabat.. Kalau sudah menemukannya pun kamu harus berlatih keras dan pantang menyerah agar kemampuanmu terasah dengan baik.

Kesibukanmu mengembangkan diri ini akan memberikan dampak positif, daripada kamu disibukkan dengan aktivitas yang tidak mendukung pembelajaran apalagi salah pergaulan. Waaah.. jangan sampai hal itu terjadi ya...

3. Terbuka dengan Keluarga

Pada masa ini biasanya para remaja akan lebih banyak menghabiskan waktu dan berbagi cerita dengan teman-teman sepermainan daripada dengan keluarga. Namun kamu harus tetap menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga, khususnya orang tua ya!

Orang tua seharusnya menjadi orang pertama yang tahu kabar tentang kamu, apa yang kamu rasakan, dan apa yang kamu inginkan.

Terkadang memang akan terjadi sedikit ketidaksepemahaman antara kamu dan orang tua. Namun kamu harus bisa mengkomunikasikan ini dengan baik. Tidak ada orang tua yang menginginkan hal buruk terjadi kepada anaknya, sehingga apapun keputusan orang tua biasanya dimaksudkan untuk membantumu mencari jalan keluar yang terbaik. Kamu masih menjadi tanggung jawab orang tua kamu, Sahabat. Jika sesuatu hal buruk terjadi padamu, pasti orang tuamu juga merasa sedih.

4. Berteman dengan Benar

Femii sudah jelaskan sebelumnya, bahwa pada masa ini kamu akan lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-teman sebaya. Karena itu, teman sebaya amat mempengaruhi perkembangan diri kamu, Sahabat..

Jika kamu memilih teman yang baik, kamu pun juga akan menjadi baik. Teman yang baik itu adalah yang mendukung passion serta bakatmu kemudian membawa kamu belajar menjadi lebih baik. Misalnya, kamu berteman dengan anak yang rajin belajar. Maka, kamu akan terpengaruh untuk rajin belajar.

Nah, maka dari itu kamu harus pilih-pilih teman. Dalam artian, pilih teman yang kira-kira membawa pengaruh baik. Jangan sampai kamu terperangkap dalam pergaulan yang tidak baik yang nantinya dapat menjerumuskan ke hal buruk seperti narkoba, seks bebas, tindak kriminal, dsb.

Jika dia membawa pengaruh baik, tidak peduli etnis, agama, atau jenis kelaminnya, kamu bisa kok berteman dengannya. Lagipula, berteman dengan berbagai jenis orang akan membantumu membangun link yang luas. Hal ini baik untuk membantumu memahami dunia lebih luas lagi.

5. Memaafkan itu Baik

Tidak semua orang mengalami masa remaja yang sempurna. Beberapa orang mengalami masa remaja yang tidak begitu baik seperti bullying, prestasi yang kurang di sekolah, orang tua yang tidak mendukung bakat anaknya, masalah keluarga, dan lain-lain.

Nah, jika hal tersebut terjadi maka kamu harus memaafkan. Maafkan diri kamu sendiri jika kamu tidak dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Maafkan orang tuamu jika telah membuatmu tidak puas. Maafkan teman-temanmu jika pernah berbuat salah.

Setelah kamu memaafkan, kamu bisa mulai lagi hidup yang lebih baik, belajar lebih giat, bersikap lebih baik, dan bekerja lebih keras.

Bahagia itu bergantung pada dirimu sendiri, Sahabat. Kamu sendiri yang menentukan pilihan untuk hidupmu. Terus berkarya and stay active, ya Sahabat!

 
    Share to Facebook Share to Twitter
 
OFFLINE