Kenali Anatomi Organ Reproduksi Kamu

Tak kenal maka tak sayang.

Rasanya ungkapan tersebut cocok juga digunakan dalam hubungan baik kita dengan tubuh sendiri. Jika kita tidak mengenal anatomi tubuh dengan baik, bagaimana cara kita menjaganya agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik? Nah, begitu pun dengan organ kewanitaan kita, alias alat reproduksi.

Kamu nggak perlu malu atau takut untuk cari tahu anatomi dan fungsi-fungsi organ intim kamu, Sahabat. Tentunya kamu harus mencari informasi dari sumber yang mumpuni dan relevan ya! Hehehe.. Kali ini Femii akan menjelaskan beberapa bagian-bagian organ reproduksi kamu ya.

 

1. Vagina

Bagian tubuh ini merupakan alat reproduksi yang menghubungkan area genita luar dan dalam. Vagina berbentuk saluran tabung dan menghasilkan beberapa cairan. Cairan-cairan dan lendir yang dikeluarkan vagina berguna untuk menjaga keasaman, membunuh bakteri jahat, dan reaksi terhadap rangsangan seksual.

Vagina dan area di sekitarnya merupakan bagian paling sensitive dari tubuh kita. Mulai dari bagian luar yang berambut atau pubis, bibir vagina, hingga klitoris yang memiliki sensitivitas paling tinggi karena mengandung ujung-ujung syaraf dan aliran darah yang banyak. Kamu harus berhati-hati dalam menjaganya dan lebih baik menghindari kontak seksual sebelum menikah. Tingkat sensitivitas yang tinggi ini bisa jadi menyebabkan terlena dan mengarah pada kontak seksual yang tidak seharusnya terjadi. Kalau kamu ingin mencari tahu lebih jauh tentang bagian intim dan bagaimana cara menjaganya, baca artikel ini.

Karena merupakan jalan utama menuju organ reproduksi utama, maka kebersihannya wajib kita jaga baik-baik. Jangan sampai ada materi asing dari luar yang dapat menginfeksi vagina kita sehingga menimbulkan penyakit! Cek cara membersihkan vagina dengan benar di sini.

2. Leher Rahim (Serviks)

Leher rahim merupakan saluran penghubung antara vagina dengan rahim. Saluran ini juga merupakan lintasan penghantar sperma saat akan menuju sel telur yang siap dibuahi. Jika tidak dijaga kebersihan dan kesehatannya, penyakit mematikan seperti kanker bisa terjadi. Wiih.. serem ya? Pahami lebih lanjut tentang kanker serviks, baca artikel berikut ini.

 

3. Rahim

Di sinilah tempat calon bayi ‘ditanam’ kemudian tumbuh menjadi bayi. Fungsi utama rahim adalah menerima fertilisasi/pembuahan ovum ke dalam endometrium, yang mendapatkan makanan dari pembuluh darah. Rahim memiliki otot yang dapat berkontraksi dan dinding yang  dapat menebal dan meluruh dengan pengaruh hormon progesteron. Salah satu ujung rahim adalah leher rahim (serviks), sedangkan ujung lainnya adalah tabung falopian (tuba falopi). Rahim terletak di pelvis/panggul dan dorsal ke kandung kemih dan ventral ke rektum. Dalam keadaan tidak hamil, ukuran rahim hanya beberapa sentimeter saja, namun jika hamil bisa membesar ratusan kali lipat. Jaga rahimmu baik-baik dengan menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit mematikan seperti kanker. Baca panduan hidup sehat dan mengurangi risiko kanker rahim di sini dan di sini.

4. Tuba Fallopi

Tuba fallopi adalah dua buah saluran halus yang menghubungkan rahim dengan ovarium. Tuba falopi pada manusia panjangnya antara 7 hingga 14 cm. Ketika sel telur berkembang di dalam ovarium, ia akan diselimuti oleh folikel ovarium. Ketika sudah matang, maka folikel dan dinding ovarium akan meluruh dan menyebabkan sel telur pindah memasuki tuba fallopi dan berlanjut ke dalam rahim dengan bantuan cilia atau rambut-rambut halus.

 

5. Ovarium

Organ reproduksi ini berjumlah dua buah di samping kanan dan kiri rahim yang dihubungkan dengan tuba fallopi. Ovarium atau indung telur menyimpan sel-sel telur. Setiap bulan sel telur yang matang dilepaskan secara bergantian dari dua ovarium tersebut. Fungsi Ovarium adalah memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon peptide dan steroid seperti progesteron dan estrogen. Kedua hormon tersebut akan mempersiapkan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah dibuahi sel sperma. Hormon progesteron dan estrogen juga berperan memberikan sinyal pada kelenjar hipotalamus dan pituari untuk mengatur siklus menstruasi. Sel telur yang telah berovulasi akan masuk ke tuba fallopi dan bergerak menuju rahim. Dan apabila ada sperma yang masuk, sel telur akan melakukan implantasi pada dinding uterus dan terjadilah proses kehamilan.

 
    Share to Facebook Share to Twitter