Jatuh Cinta dan Pacaran, Bolehkah?

Ciyee.. ciyee.. Ada yang jatuh cinta nih kayaknya...

Salah satu ciri-ciri masa pubertas sudah tiba adalah ketika kamu merasakan ketertarikan dengan lawan jenis, Sahabat.

Hal ini wajar sekali terjadi kok. Jatuh cinta itu adalah proses biologis dan reaksi kimia dalam tubuh yang melibatkan hormon, saat kamu melihat ‘si doi’. Perasaan suka dan sayang kepada orang lain ini merupakan anugerah Tuhan yang harus kita syukuri. Maka dari itu, kita perlu memaknai dan menerapkannya dengan cara yang tepat.

Pacaran atau jadian adalah salah satu konsekuensi yang akan terjadi jika dua orang saling jatuh cinta. Momen awal-awal jadian pasti rasanya serasa melayang di udara, pemandangan jadi bunga-bunga, dan pipi jadi merah muda. Ditambah lagi, selalu ingin terlihat sempurna di matanya. Bener nggak? Hehehe.. Kalau kamu ingin selalu tampil mempesona, bisa nih coba tips kecantikan ini.

Nah, kedekatan secara emosional ini biasanya juga disertai kedekatan secara fisik. Maka dari itu, nggak heran kalau kamu jadi ingin terus dekat-dekat dengannya, memegang tangannya, atau memeluknya. Hal inilah yang harus kita waspadai, karena jika tidak hati-hati akan ber-ba-ha-ya!

Hmmm.. apa sih bahayanya?

Kontak fisik yang terjadi antara dua orang yang sedang jatuh cinta cepat atau lambat akan mengarah pada kontak seksual. Hal ini terjadi karena secara alamiah, manusia saling tertarik dengan lawan jenis untuk tujuan berkembang biak dan melestarikan keturunan. Nah, jika kamu tidak menyikapi momen jatuh cinta ini dengan benar maka bisa saja terjadi kontak seksual sebelum pernikahan. Untuk perempuan seperti kita, hubungan seksual yang tidak bertanggung jawab bisa menimbulkan dampak yang buruk banget, seperti kehamilan yang tidak diinginkan. Lebih mengkhawatirkan lagi jika dilakukan aborsi yang bisa menimbulkan kematian. Bukan hanya membahayakan jiwa, peristiwa ini juga menimbulkan tekanan psikologis dan sosial. Waaah.. jangan sampai terjadi ya, Sahabat!

Berarti, pacaran itu nggak boleh dong?

Sahabat Femii harus belajar tentang tanggung jawab. Hubungan seksual akan memberikan konsekuensi tanggung jawab yang besar karena tujuannya adalah untuk melahirkan keturunan. Karena itu, harus dilandasi komitmen yang kuat yakni pernikahan. Jadi, jika belum siap untuk menjalani sebuah tanggung jawab pernikahan dan menjadi orang tua, sebaiknya menghindari kontak seksual.

Seperti yang sudah Femii jelaskan sebelumnya, jatuh cinta merupakan sebuah proses alamiah dalam tubuh dan terkadang memang tidak dapat kita kendalikan. Menjalin hubungan dekat dengan lawan jenis sebenarnya juga tidak masalah kok, asalkan mengerti batasan dengan tidak melakukan aktivitas seksual atau yang mendekati. Banyak hal positif yang bisa kamu lakukan dengan orang terdekatmu, seperti belajar bersama, menonton film, berolahraga, dan melakukan hobi bersama, tanpa harus melakukan kontak fisik yang menjurus pada kontak seksual.

Lagi pula, Sahabat Femii harus memahami juga begitu berharganya diri dan tubuh kamu.

Ketika sudah mengalami menstruasi, itu tandanya tubuhmu mulai matang dan siap untuk meciptakan keturunan. Walaupun secara biologis bisa dianggap siap, namun secara psikologis dan sosial sesungguhnya belum siap untuk menerima tanggung jawab tersebut. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari karena tindakan gegabah yang tidak dipikirkan matang-matang berkenaan dengan hubungan seksual ini.

Nah, sekarang sudah tahu kan batasan-batasan yang tidak boleh kamu langgar. Jangan terlalu baper (terbawa perasaan :p) atau galau gara-gara jatuh cinta ya, Sahabat! Jatuh cinta itu sederhana kok, yang ribet adalah bagaimana kamu menyikapinya. Belajar dan berkarya harus tetap menjadi prioritas kamu ya!

 

Stay active, Salam Femii

 
    Share to Facebook Share to Twitter