Ayo tuangkan ide dan tunjukkan kemampuan menulismu di Lomba Kreasi Cerpen Femii, Sahabat! Menangkan hadiah jutaan rupiah dan raih kesempatan menerbitkan tulisanmu menjadi buku kumpulan cerpen oleh NulisBuku.com. Jika kamu memiliki pertanyaan seputar teknis lomba, klik link syarat dan ketentuan di bawah ini!
Sahabat Terbaik
by: Claudia

Hari Minggu pagi yang cerah ini seharusnya adalah waktu yang menyenangkan untuk olahraga bersama sahabat terdekat. Sayangnya, hari ini Femii sedang tidak enak badan, perut dan punggungnya nyeri karena haid. Dia juga sedang bertengkar dengan sahabat terbaiknya, Salma. Setelah peristiwa satu minggu yang lalu, mereka sudah nggak bertegur sapa sama sekali.

Femii sedang berbaring di tempat tidur, saat bel pintu rumahnya berbunyi. Tak lama kemudian, ibu masuk ke kamar Femii memberitahukan bahwa ada seseorang datang menjenguk. Femii beranjak dari tempat tidur untuk menyambut tamu tersebut. Aldi tersenyum, di balik punggung ibu. Dia membawa beberapa buah tangan. Bukannya senang karena ada yang menjenguk, Femii justru cemberut.

"Semoga lekas sembuh ya, Femii," Aldi memberi salam ramah. "Kemarin di kelas sepi nggak ada kamu."

"Terima kasih Aldi. Aku senang kamu menjenguk dan mendoakanku. Sayangnya, aku nggak suka jika Salma sedih dan marah kepadaku karena tahu kamu menjengukku."

Ada jeda panjang yang mengudara saat itu. Femii merasakan sesak di dadanya. Ada begitu banyak hal yang ingin dikatakannya. Ingin rasanya Femii melampiaskan semuanya itu kepada Aldi. Tapi ada hal yang lebih penting yang harus ia jaga, yaitu harga diri. Femii yang tak kuasa menatap wajah polos Aldi akhirnya berjalan menuju tempat tidurnya. Ia duduk di ujung tempat tidur lalu menggenggam bantal guling kesayangannya erat-erat. Sejujurnya kedatangan Aldi ke sini membuat dirinya lebih baik. Ralat. Aldi adalah alasan kedua kenapa dirinya merasa lebih baik setelah rasa sakit yang dirasakannya. Femii memang terkadang sering merasa sakit waktu haid. Dari artikel yang pernah Femii baca, nyeri saat haid ini dinamakan dismenorea. Sehingga menyebabkan orang yang mengalami dismenorea ini merasakan sakit yang luar biasa, sampai-sampai Femii merasa hampir pingsan dibuatnya. Jadinya seperti inilah Femii sekarang. Hari minggunya cuma dihabiskan dengan berbaring di tempat tidur. Untung saja ada Feminax. Kandungan ekstrak hiosiami dan parasetamol di dalamnya dapat secara tuntas menghilangkan nyeri dari akarnya. Sehingga Femii dapat merasa lebih baik sekarang. Kalian berdua bikin aku ngerasa bersalah, kata Aldi yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Femii. Aldi menarik kursi yang ada di dekat meja belajar dan duduk di hadapan Femii. Tadi aku mau ngajak Salma ke sini. Tapi dia bilang nggak mau ganggu kita berdua. Makanya dia nyuruh aku dateng sendirian. Salma bilang kayak gitu? ujar Femii tidak percaya.  Aldi mengangguk perlahan. Bukannya kami berdua berantem gara-gara dia nggak suka ngeliat aku sama Aldi jadi deket banget yah? Masa cuma karena belakangan aku selalu pulang bareng dengan Aldi, Salma marah sih sama aku? Kan wajar dong Aldi nemenin aku pulang. Soalnya Femii memang terbiasa diantar jemput oleh Papanya. Tapi waktu itu Papanya lagi keluar kota. Dan Femii nggak berani pulang sendiri. Makanya Aldi selalu menemaninya pulang dengan kendaraan umum. Padahal Aldi sudah menawari Salma untuk pulang bersama. Tapi Salma selalu menolak karena rumah Femii yang jauh.  Tapi kenapa justru hari ini Salma malah ngebolehin Aldi datang ke rumahnya sendirian?  Salma pasti ngomong ke kamu sambil marah-marah gitu kan? Atau ngomognya sinis kayak gitu? Femii masih belum yakin dengan ucapan Aldi barusan. Apakah Salma sudah tidak cemburu lagi? Apakah ia sudah melupakan Aldi secepat itu? Biasa aja kok ngomongnya. Kamu tau nggak, Salma panik banget lho waktu tau kamu nggak masuk kemarin. Dia mau nanya kamu sakit apa. Tapi gengsi mau ngubungin duluan karena lagi marahan. Femii terdiam. Ia merasa bersalah karena menuduh yang enggak-enggak ke sahabatnya itu. Femii tidak menyangka kalau Salma mengkhawatirkan dirinya. Malah ia memperbolehkan Aldi datang menjenguknya sendirian. Salma, ia memberikan hal yang paling berharga bagi dirinya untuk Femii, sahabatnya. Kalau Femii yang jadi Salma, ia pasti tidak akan membiarkan Aldi menjenguk Salma sendirian. Femii bisa mati karena cemburu membayangkan Aldi dan Salma ngobrol berduaan aja. Femii menatap lekat cowok yang duduk di hadapannya sekarang. Cowok ini, ah, Femii benar-benar sayang kepadanya! Tapi Femii tau Salma juga merasakan hal yang sama. Dan Femii pun tidak mau merusak persahabatannya dengan Salma hanya karena seorang cowok. Ia tidak mau memilih salah satu di antara Aldi dan Salma. Keduanya selama ini sudah menjadi sahabat terbaiknya. Dan selamanya mereka akan tetap bersama sebagai sahabat. Aldi? Iya, Femii? Makasih sudah mau dateng besuk aku. Maaf tadi udah kasar. Tolong bilangin makasih juga yah sama Salma udah khawatirin aku.  Aldi mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Ia memberikan handphone-nya kepada Femii. Nih, bilang langsung ke Salmanya. Femii mengambil handphone Aldi dan mencari nama Salma di sana. Halo, Salma? Femii tersenyum lebar.