Jogging VS Haid

Hi Sahabat Femii !!

Kamu pernah jogging ngga? Selain lagi nge-trend, enak loh pagi-pagi lari bareng temen-temen. Yang di Jakarta bisa di lokasi Car Free Day (CFD) terdekat, atau di komplek perumahan juga OK.

Femii kan pernah tuh menyarankan kalian agar tetap fit supaya ketika datang bulan rasa nyerinya juga tidak akan parah. Nah, salah satu bentuk olah raganya adalah lari. Relatif murah meriah, tidak perlu perlengkapan yang terlalu mahal dan tak perlu sewa lapangan.

Yuk simak berbagai tip berlari yang baik untuk remaja belia seperti kita :

Pertama harus diketahui bahwa lari memang termasuk olah raga yang high impact atau ada guncangannya yang lumayan bisa mempengaruhi badan kita, termasuk bagian rahim dan kewanitaan, tapi bukan berarti tidak boleh, hanya saja sebaiknya kamu memakai sepatu yang khusus untuk berlari. Mungkin satu-satunya pengeluaran yang paling mahal untuk olah raga ini adalah untuk sepatunya saja; beli yang pas supaya guncangan ketika berlari tidak berdampak buruk ke rahim dan kewanitaan kita. Kalau baju dan celana trainer sih itu optional.

Apakah tidak lebih aman wanita tak usah olah raga saja? Tidak juga! Dinding ligamen yang membatasi rahim dan vagina kita perlu diperkuat dengan olah raga, tapi memang jangan olah raga yang terlalu berat atau angkat beban seperti cowok (kecuali kamu memang atlit dengan arahan profesional), karena dinding itu juga bisa terluka (istilah kedokterannya uterine-prolapse).

Jadi kesimpulannya kamu harus bisa menyeimbangkan sesuai dengan kondisi fisik kamu (tiap gadis mungkin berbeda). Kebetulan di sini Femii memilih jogging karena menurut Femii ini olah raga yang sangat sederhana tapi berguna, dan juga bisa disesuaikan: kalau pemula yah lari-lari kecil saja 10 menit ditambah jalan santai 20 menit, kalau sudah terbiasa mau lari terus selama satu jam juga ayo aja! Jadwal lari bentrok dengan menstruasi pun tetap bisa lari santai, asalkan kamu siap sedia pembalut dan Feminax saja untuk menangkal nyeri haid. Keep Active!

Untuk pelari pemula, Femii pernah diberitahu bahwa kamu jangan minder kalau jarak tempuh kamu pendek, tapi berfokuslah ke durasi/lama  kamu berlari (walaupun pelan). Dan juga lebih baik pelan tapi rutin 30 menit daripada cuma sesekali tapi diforsir lari sprint.

Bila memang ada cidera atau terasa sakit, segera stop dan istirahat, jangan ambil resiko. Bila sakit berlanjut pastinya langsung ke dokter.

Nah, sehabis lari pastikan kamu mandi yang bersih dan bersihkan miss V dengan benar agar tambah seger dan pede.

Jadi... jogging VS haid? Dua-duanya kejadian sekaligus juga ngga masalah koq.

 

Stay active Sahabat Femii!!

Love,

Femii

 
    Share to Facebook Share to Twitter
 
OFFLINE