Momok Mood Swing Saat PMS

Sahabat Femii… pasti familiar dengan istilah PMS kan ? Pre Menstruation Syndrom. Salah satu sindrom yang paling umum terjadi adalah mood swing! Yes… pacar, teman, atau bahkan keluarga kamu agak takut ngedeketin kamu saat lagi PMS. Takut salah omong, salah sikap, eh kena semprot sama kamu 

Mood swing sering disebut sebagai salah satu efek samping Pre Menstrual syndrome (PMS). Namun apakah rasa mudah marah atau mudah menangis itu sudah mengganggu hubungan kamu dengan orang sekitar?  Bila ya, kemungkinan kamu mengalami premenstrual dysphoric disorder (PMDD) atau gangguan disforik pramenstruasi.

PMDD sendiri memberikan kekacauan emosional yang sama dengan PMS, tapi seringkali lebih parah. Gangguan ini menyerang perempuan seminggu sebelum mulai haid, sama seperti PMS.

Perlu kamu perhatikan, jika gejala tersebut berlanjut bahkan setelah haid kamu lewat, bisa jadi hal ini merupakan suatu tanda depresi atau kelainan bipolar (rasa depresi muncul bergantian dengan rasa gembira).

Dalam sebuah studi yang dilakukan di Amerika beberapa waktu lalu menyebutkan, sebanyak 75 perempuan akan mengalami PMS dalam kadar ringan, dan hanya 5 persen yang mengalami gejala cukup parah sehingga mengarah pada PMDD.  Namun para ahli belum bisa memastikan penyebab pasti PMS atau PMDD. Apakah ada kaitannya dengan hormone atau lainnya.

Nah, sahabat Femii.. meski persentasenya kecil, kamu bisa mulai mengecek, apakah mood swing kamu masuk kategori ‘kelewatan’ atau masih normal.

1. Emosi sesaat

Jika kamu menghadapi PMS, Anda juga akan mengalami gejala fisik seperti perut kembung, payudara nyeri, dan diikuti dengan gejala emosional seperti mood swing. Jika mood swing sampai membuat orang lain menjauh, pekerjaan rumah atau kehidupan pribadi kamu berantakan, segera cari pertolongan.

2. Gejala depresi

Saat PMS, kamu mudah menangis, marah, dalam sekejap mata.  Tidak ada alasan yang jelas, atau kamu mudah terpancing emosi karena hal sepele. Ini bisa menjadi gejala-gejala depresi. Contoh lain, Sahabat Femii merasa sedikit down seminggu sebelum haid, namun merasa baik-baik saja sesudahnya, ini bisa dipastikan Anda hanya mengalami PMS. Tetapi jika depresi pra haid ini mengacaukan pekerjaan dan hubungan Anda, ada kemungkinan PMDD yang jadi penyebabnya

3. Berkelanjutan

Mood Swing selama masa PMS umumnya berlangsung selama satu minggu, sampai dengan haid. Jika hal itu terus kamu alami, maka ini gejala PMDD.  Kamu tidak bisa ‘tenang’ dan selalu emosionil. Idealnya PMS berhenti pada hari ke-2 setelah haid.

4. Sulit konsentrasi

PMS membuat kamu sulit konsentrasi. Pelajaran yang diberikan guru tidak masuk, malah sambil lalu masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Pekerjaan rumah tidak dikerjakan karena lupa atau malas. Prestasi kamu menurun, dan ini bisa mempengaruhi rapor kamu.

 

Sahabat Femii.. kita paham kok PMS itu bisa bikin kamu dan orang sekitar senewen, namun jangan sampai kebablasan ya.

Stay active sahabat Femii!

 
    Share to Facebook Share to Twitter
 
OFFLINE