Tips Mengemukakan Pendapat

Hai hai! Tahukah kamu, bahwa kebebasan berpendapat kita sebagai warga negara telah diatur dalam undang-undang? Mengemukakan pendapat bukan hanya tentang bersuara di rapat-rapat kenegaraan lho, Sahabat! Berdiskusi dengan teman pun sudah bisa dianggap mengemukakan pendapat karena itu, jangan pernah beranggapan bahwa suara kita tidak memiliki pengaruh apa-apa. Setiap opini dan pandangan orang itu adalah ide yang harus dihargai sekecil apa pun itu.

Namun nggak semua orang bisa mengungkapkan buah pikirannya kepada khalayak umum dengan baik.  Padahal, kita punya banyak saluran yang dapat mengakomodasi suara kita lho, terlebih saat ada media sosial. Iya sih, orang-orang jadi lebih berani dalam mengemukakan pendapat. Namun, kita bisa lihat sendiri sepertinya mereka belum dewasa dalam berpendapat. Buktinya, masih banyak yang bertengkar di social media, anarkis, bahkan menyebarkan berita bohong dengan mudahnya. Dalam artikel ini, Femii Fantastic akan berbagi tips sama kamu gimana sih caranya berpendapat dengan baik dan membangun. Simak beberapa tips berikut ini ya! 

1. Berani Bersuara

Generasi penerus bangsa adalah agen perubahan yang diharapkan mampu membawa kehidupan menjadi lebih baik karena itulah dunia butuh orang seperti kamu untuk menyuarakan ide-ide brilian. Jangan pernah malu untuk mengungkapkan opinimu. Kamu bisa berkonsultasi dan berdiskusi dengan orang-orang yang memang sudah jago di bidangnya agar pengetahuanmu bertambah.

2. Pastikan Opini Berdasar

Setelah kamu berani menyuarakan ide-idemu, jangan lupa check and recheck lagi sumber-sumber yang kamu gunakan sebagai dasar. Pastikan apa yang kamu yakini sebagai kebenaran didukung fakta-fakta yang meyakinkan. Jangan sampai kamu terpengaruh berita-berita hoax, apalagi menyebarkannya. Berhati-hatilah saat menyuarakan pendapat, apalagi di internet sudah ada undang-undang ITE yang bisa menjerat siapa saja yang tidak berhati-hati dalam beropini. 

3. Assertive bukan Aggressive

Argumen yang kuat dan menyerang salah satu pihak memang tidak dilarang, apalagi dalam bentuk kritik yang membangun. Namun, perlu diperhatikan lagi bahwa yang diserang adalah idenya, bukan pribadi yang mengatakannya. Saat kita menyatakan tidak setuju dengan opini orang lain, kita harus memberikan data mumpuni yang melemahkan argument tersebut (assertive), bukan malah menjelek-jelekkan pribadi orang lain dan berkata kasar (aggressive). Kita tidak boleh menyinggung fisik, agama, ras, keyakinan, dan masalah pribadi orang lain untuk menjatuhkan opininya.

4. Masukkan Konteks

Terkadang kita memang sulit untuk menilai sebuah kebenaran karena kenyataan terkadang sering rancu. Karena itu, kita butuh memasukkan konteks yang tepat. Selain berdasarkan fakta di lapangan, kita juga perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi yang terjadi. Menghakimi orang lain secara sepihak juga tidak boleh dilakukan karena kita butuh mengetahui lebih lanjut alasan dan motivasi mereka beropini atau bersikap demikian. 

5. Don’t Take It Personally!

Tidak semua orang memiliki pandangan yang sama tentang sebuah masalah. Karena itu, kita tidak boleh memaksakan pendapat kita. Adu argument itu hal yang biasa, namun jangan sampai menjadikan hal itu sebagai ajang saling membenci. Di meja debat boleh berantem ide, tapi di luar itu harus tetap rukun ya! Kita harus tetap menghargai orang lain, Sahabat.

Setelah membaca tips di atas, kamu jadi tau kan gimana caranya mengemukakan pendapat? Pendapat bukan hanya disampaikan secara lisan dan tertulis kok. Kamu bisa menyuarakan idemu dengan berkarya, seperti misalnya fotografi, lukisan, seni rupa, film, buku, dan lain-lain. Yuk jadi remaja yang bermanfaat untuk negeri dengan rajin berkarya dan bersuara!

Image antara guru dan murid ini diganti, karena tidak sesuai dengan penjelasannya

 
    Share to Facebook Share to Twitter