Tips Mengelola Uang Saku

Manusia adalah makhluk yang tidak akan pernah puas dengan apa yang dimiliki. Bagi orang-orang yang tidak dapat mengatur keinginan, rezeki besar atau kecil tidak akan pernah cukup! Wah, serem banget ya. Karena itu, sedari dini kita harus bisa mengelola keinginan kita dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan belajar mengelola keuangan pribadi.

Hal pertama yang harus kamu ingat adalah, berapa pun banyaknya uang saku yang kamu terima, tidak akan pernah cukup jika kamu tidak dapat membedakan keinginan dan kebutuhan. Terlalu banyak barang yang kita beli bukan karena kita butuh melainkan karena keinginan sementara. Nggak masalah kok kita membeli barang yang kita inginkan, asalkan harus mendahulukan yang wajib dan harus dipenuhi dulu. Nah, dalam artikel ini Femii Fabulous akan berbagi cara mengalokasikan uang jajanmu, agar kamu tetap bisa menikmatinya namun tetap bisa menabung dan membeli barang-barang yang kamu butuhkan.

Alokasi adalah pembagian jumlah pengeluaran berdasarkan jenis dan kebutuhan. Untuk keuangan pribadi, kamu bisa membagi pengeluaran menjadi 40-30-20-10. Untuk lebih jelasnya, Femii Fabulous akan jelaskan di bawah ini.

1. 40% untuk kebutuhan sehari-Hari

Sebagai contoh, dalam seminggu kamu diberi uang saku Rp100.000 oleh orang tuamu. Sebanyak 40% atau Rp40.000 bisa kamu pergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti misalnya transportasi ke sekolah, makan siang, beli alat tulis, bayar fotokopi, bayar iuran mingguan dan lain-lain. Pengeluaran ini biasanya tetap dan tidak berubah-ubah dari waktu ke waktu.  

2. 30% ditabung ya!

Ambil 30% dari tabunganmu, sekitar Rp30.000 kalau uang sakumu Rp100.000 untuk ditabung. Kamu tidak boleh mengotak-atik lagi uang ini. Kalau kamu punya celengan atau rekening di bank, segera masukkan dan jangan pernah diambil lagi sampai jangka waktu yang kamu tetapkan. Jika tidak punya, kamu bisa menitipkannya kepada orang tua. Ingat ya, jangan pernah diambil lagi! Memang sulit sih, tapi kamu harus berkomitmen demi masa depan.

3. 20% boleh dipakai untuk rekreasi

Seperti perumpamaan di atas, jika uang sakumu Rp100.000, kamu bisa menggunakan 20% atau Rp20.000 untuk rekreasi dan hiburan. Boleh digunakan langsung, atau disimpan untuk hiburan di masa yang akan datang. Kamu boleh memakainya untuk nonton film bareng teman beli mainan, beli buku, dan hal-hal yang kamu senangi.

4. 10% sisakan untuk lain-lain seperti beramal, membantu teman, dan dana tak terduga

Yang terakhir, sisakan 10% atau Rp10.000 sebagai uang jaga-jaga, andaikan alokasi yang sudah kamu susun tidak berjalan lancar. Jika semua pos sudah terpenuhi, kamu bisa menggunakan uang ini untuk beramal dan membantu orang lain lho! Seneng kan bisa bermanfaat untuk orang yang membutuhkan?

Jika kamu benar-benar berkomitmen dalam mengatur keuangan, Femii Fabulous yakin kamu bisa jadi jutawan nantinya! Satu tips lagi nih buat kamu. Usahakan kamu mencatat detail pengeluaran dan pemasukan setiap hari ya! Dengan mencatat secara terperinci, kamu bisa mengontrol pengeluaran dengan baik. Misalnya, dana untuk bersenang-senang sudah hampir habis nih, berarti kamu harus menghentikan pengeluaran untuk itu sampai mendapat pemasukan lagi. Begitu pun jika tiba-tiba kebutuhan utamamu bertambah. Kamu bisa menyalurkan dana jaga-jaga atau rekreasi untuk memenuhi kebutuhan wajib.

Setelah baca artikel ini, Femii harap kamu bisa terpacu untuk senang menabung ya, Sahabat. Nggak apa-apa kok sedikit demi sedikit karena lama-lama bisa menjadi bukit selangit!

 
    Share to Facebook Share to Twitter