Ayo tuangkan ide dan tunjukkan kemampuan menulismu di Lomba Kreasi Cerpen Femii, Sahabat! Menangkan hadiah jutaan rupiah dan raih kesempatan menerbitkan tulisanmu menjadi buku kumpulan cerpen oleh NulisBuku.com. Jika kamu memiliki pertanyaan seputar teknis lomba, klik link syarat dan ketentuan di bawah ini!
Salah Sangka
by: mariokevinku24

Petir menggelegar. Hujan deras mengguyur. Femii menggigil kedinginan, sambil menggerutu kesal dalam hati. Ada dua hal paling sulit untuk diatasi di dunia ini, setelah ujian Fisika menurut Femii, yaitu nyeri haid dan berhadapan dengan orang yang jutek. Kali ini Femii mengalami hal sulit itu sekaligus!

"Gara-gara kamu nyeri haid sih, kita jadi terjebak kehujanan di sini. Kalo enggak kan kita bisa jalan lebih cepat kepemukiman penduduk," cerca Benny.

"Maaf," Femii hanya bisa menjawab singkat. Dia sedang meringkuk di bawah rimbunan pohon karena menahan nyeri haid.

"Sebentar lagi matahari terbenam. Masa mau nginep di hutan sih? Kamu menghambat aja ah," masih dengan nada marah, Benny kembali ngomel-ngomel.

Femii kemudian bangkit untuk memberi pengertian. "Aku nggak mengeluh saat menemanimu memeriksa tanda yang salah dan akhirnya malah kesasar. Seharusnya kita pecahkan masalah ini bersama. Kita berdua tersesat dan tidak membawa perbekalan yang cukup."

"Iya, trus gimana dong? Mau lanjut jalan tapi katamu perutmu nyeri sekali. Mau tetap berteduh nunggu hujan reda, nanti kemalaman di hutan."

Femii menghela napas panjang sebelum menjawab.

“Aku memang begini Ben, mau gimana lagi aku udah ga bisa maksain perjalanan ini lagi.” Femii menundukkan kepalanya.
 “Mau tinggalin aku, gak apa-apa koq ben.” Tambah Femii.
 Benny menatap kearah langit. Dirinya merasa bahwa dia bukan pria yang baik. Benny merasa dia hanya hidup untuk kebahagiaanya sendiri. Seringkali ia mengabaikan kebahagiaan orang-orang yang ada disekitarnya. Kemudian tanpa diduga kedua bagian bibirnya untuk pertama kali memancarkan sebuah senyuman yang menghangatkan.
 “Fem, kamu pakai nih jaket aku dikepala kamu. Biar nanti kamu ga tambah pusing karena terkena air hujan,” Untuk pertama kalinya Benny menunjukkan perhatiannya kepada seorang gadis.
 “Buat apa? Kamu mau modus aja kan.” Femii membalas cuek perhatian Benny.
 “Karena aku ga pengen kamu kenapa-napa Fem,” Benny berteriak seperti orang marah saat itu. Bukan, Benny bukan marah tapi dia menunjukkan perhatiannya yang mendalam kepada Femii.
 Femii terdiam mendengar penjelasan Benny. Benny seorang pria berperawakan tinggi yang sejak SMA kelas 1 dikenalnya sebagai pria yang cuek. Bahkan dirinya menambahkan gelar Benny sebagai Putra Tercuek Sedunia. Kali ini dia berubah. Bukan menjadi pahlawan super seperti di film Spiderman ataupun menjadi seorang putra duyung. Dirinya melebihi itu.
 “Hey mau melamun terus atau perlu aku pakein?” tanya Benny yang disertai gerakan tangannya yang menutupi kepala Femii dengan jaket kesayangannya. Jaket yang diperolehnya dari ibunya.
 Femii kembali terpana melihat Benny. Benny terlihat lebih ganteng ketika dirinya peduli. Bahkan hatinya lebih nyaman dengan perubahan Benny yang tiba-tiba itu.
 “Bagaimana cara kita pulang?” tanya Benny memecah keheningan.
 “Ga usah pulang nginap sini aja kan ada kamu” Ceplos Femii.
 “Maksud kamu?” tanya Benny bingung.
 “Eh, sorry keceplosan.” Pipi Femii bersemu merah. Tak biasanya ia mengucapkan itu didepan cowok. Apalagi didepan cowok yang dijulukinya sebagai orang tercuek ini. Rasanya tidak mungkin. Tapi kali ini dia berhasil dilumpuhkan.
 “Kamu ngapain senyum-senyum sih. Kamu pikir aku berubah begitu saja.” Kata Benny tiba-tiba. Ntah mengapa beberapa bait kalimat tersebut kembali menjatuhkan perasaan Femii. Dirinya seperti telah diangkat menuju kelangit ketujuh kemudian dengan satu sentuhan dijatuhkan begitu saja. Tebakannya salah Benny belum berubah.
 “Ayo cepat naik” Benny menyuruh Femii untuk segera naik kepunggungnya.
 “Buat apa? Buat kamu PHP-in lagi?” teriak Femii kesal.
 “Kalau kamu ga naik kamu bisa mati disini,” ceplos Benny.
 “Biarin, aku benci kamu Ben. Aku kira kamu sudah berubah ternyata itu hanya pencitraan dirimu.” Air mata berlinang di mata Femii.
 ‘Sakit’, hanya itu kata yang bisa diungkapkannya. Femii merasa menyukai Benny dalam satu perbuatan baik Benny. Tetapi Benny kembali menghancurkannya hingga berkeping-keping.
 “Fem, tolong naik aku ga bisa tinggalin kamu sendirian.” Benny mengeluarkan air matanya juga.
 Femii terkejut melihat Benny seperti itu. Mau itu air mata palsu atau tidak, Femii akan ikutan sedih melihat orang menangis. Baginya, jika seseorang menangis karenanya. Dia dapat disebut sebagai orang terjahat yang ada didunia. Femii tak ingin hal itu terjadi. Femii pun menuruti perkataan Benny.
 Benny membawa Femii dengan hati-hati. Sesekali dirinya melirik kebelakang untuk melihat keadaan Femii.  Sedangkan Femii masih saja menahan perih karena dirinya sedang haid. Hanya dalam waktu 45 menit Benny dan Femii sudah dapat melihat pemukiman penduduk.
 Femii memegang kepalanya. Dirinya merasa sangat pusing. Matanya pun tertutup. Benny semakin terlihat oleng. Femii yang pingsan seakan mendorongnya untuk jatuh kebawah. Saat dia ingin mempertahankan posisinya. Kakinya terkena semak belukar. Semak itu berhasil melukai kakinya
 ***
 “Aku dimana?” tanya Femii.
 “Kita udah sampai di permukiman penduduk Fem, selamat ya kamu berhasil menuju kerumah penduduk.” Benny tersenyum.
 Femii hanya menanggapi miring senyuman Benny. Baginya Benny bukan pria yang baik. Dirinya hanya dipenuhi kebohongan.
 “Fem, aku tahu kamu masih marah sama aku tapi maafin aku ya Fem sifat aku kaya gitu,” jelas Benny.
 Femii masih saja tidak menghiraukan pernyataan Benny.
 “Pasti hanya modus supaya aku luluh, ah sudah biasa Ben.” Gumam Femii dalam hati.
 “Aw,” teriak Benny.
 Femii melirik kearah Benny dilihatnya kaki Benny yang ditutupi perban.
 “Itu kenapa?” tanya Femii.
 “Kamu ga perlu tahu Fem. Sekarang kamu istriahat aja  lalu minum Feminax biar nyeri nya hilang,” Benny tersenyum.
 Femii tambah bingung dibuat Benny. Pria itu penuh dengan misteri.
 “Eh, udah bangun.” Seorang wanita yang berumur empat puluh tahun menyapa Femii.
 “Iya bu,” Femii tersenyum bingung.
 “Fem, kenalin nih Ibu Maria. Ibu ini udah bantu kita,” jelas Benny.
 Femii menjulurkan tangannya kepada Ibu Maria untuk segera berkenalan.
 “Gimana kakinya dik?” tanya Ibu Maria tiba-tiba.
 “Udah sembuh kayanya bu,” jawab Benny.
 “Benny ini hebat loh, walaupun temannya pingsan dan kakinya berdarah dia tetap berusaha agar temannya yang duluan diselamatkan.” Puji Bu Maria.
 Sontak Femii terkejut. Ternyata dia kembali lagi salah sangka dengan Benny. Benny berhasil menyelamatkan nyawanya. Mengapa dia selalu berburuk sangka dengan orang. Bukannya itu tidak baik? Femii menatap Benny dan segera memeluknya dengan erat. “Terimakasih Benny,” bisiknya.