Hidup Sederhana, Hindari Foya-Foya!

Apa yang biasa kamu lakukan untuk menghabiskan waktu di saat akhir pekan? Ada yang menghabiskan waktu bersama keluarga? Atau, sudah punya janji dengan teman-teman? Nggak heran kalau remaja seusia kita banyak menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman. Kita mulai mengenal banyak orang di luar lingkungan keluarga yang memiliki latar belakang bermacam-macam. Biasanya sih karena main sama teman lebih seru karena memiliki kesamaan hobi dan kebiasaan.

Saat berada di tengah-tengah komunitas, terkadang kita ingin menonjolkan diri atau meniru kebiasaan lingkungan agar diakui. Pengakuan merupakan salah satu hal yang kita butuhkan saat menunjukkan eksistensi diri sebagai individu. Selama masih dalam koridor yang baik, tidak masalah kok kita berjuang untuk mendapatkan pengakuan.

Karena kebutuhan mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar inilah, remaja menjadi salah satu target yang empuk untuk memasarkan barang-barang. Hanya dengan melabelinya sebagai “barang yang keren” maka banyak remaja yang menginginkannya agar terlihat keren, walaupun barang tersebut tidak penting-penting amat dan mahal. Inilah yang dinamakan gaya hidup hedonis, yaitu menjadikan kenikmatan materi sebagai tujuan hidup dan sumber kebahagiaan. Seseorang yang hidup hedon biasanya mengesampingkan norma dan kebaikan demi mendapatkan materi yang mereka harapkan. Mereka biasanya menghambur-hamburkan uang, suka bersenang-senang tak peduli apa pun, dan biasanya suka iri hati saat ada orang lain memiliki lebih banyak.

Wah, jangan sampai kita terjerat gaya hidup seperti ini ya, Sahabat! Dalam artikel ini, Femii Fabulous akan menjelaskan beberapa kiat yang bisa kamu gunakan untuk menghindarkan diri dari gaya hidup ini.

Belilah Barang karena Manfaatnya

Dalam memilih sebuah barang untuk dibeli, yang perlu kamu perhatikan pertama kali adalah manfaat, kualitas barang, dan harganya. Jika kualitas bagus, murah, dan sesuai dengan kebutuhan, itu sudah cukup. Merk dan kepopuleran produk tidak berguna secara signifikan, apalagi yang mahal banget. Seseorang tidak serta merta menjadi keren hanya gara-gara memakai barang mahal. Begitu pula kamu, Sahabat. Daripada membeli suatu barang dengan harga yang sangat mahal, lebih baik menggunakan uangnya untuk membeli sesuatu yang lebih penting. Misalnya, saat sepatu rusak, kita butuh sepatu baru yang dapat dipakai, tidak harus bermerk terkenal dan mahal.

Ketahui Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Nah, ini penting banget, Sahabat! Sebelum kamu membeli barang, coba tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu membutuhkan barang tersebut, atau hanya menginginkannya? Yuk hidup sederhana dan membuat skala prioritas! Orang yang hidup sederhana hanya membeli barang secara efisien dan efektif. Jika sedang jalan-jalan di mall kamu ingin membeli notes baru yang bentuknya lucu banget, padahal notes lamamu masih bisa digunakan. Nah, itu namanya tidak efisien, Sahabat. Lebih baik tunggu hingga notesmu habis baru beli yang baru.

Jangan Nilai Seseorang dari Barang yang Dimiliki

Jika kita menilai seseorang atas barang yang dimilikinya, kita berlaku tidak adil, Sahabat. Kualitas seseorang tidak dapat dilihat dari materi yang dimilikinya. Tidak peduli dia memiliki barang yang mahal dan bagus, jika memiliki sikap tidak terpuji, dia tetap tidak baik. Karena itu, kita juga tidak boleh terpengaruh dengan anggapan bahwa “memiliki barang mewah lebih keren daripada yang hidup sederhana”. Tujuan hidup kita di dunia bukan untuk menjadi kaya, melainkan untuk menjadi berguna. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “Some people are so poor. All they have is money”. Ada banyak hal yang dapat kita raih selain uang seperti pendidikan, kepedulian sosial, dan cinta keluarga.

Berhati-Hatilah Memilih Teman

Lingkungan pergaulan dapat mempengaruhi kepribadian serta gaya hidup kita. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam memilih seseorang sebagai teman. Kita memang tidak boleh memilih-milih teman berdasarkan status, kekayaan, suku, agama, dan kepercayaannya. Namun kita bisa memilih teman yang membawa kita menjadi seseorang yang lebih baik. Selengkapnya tentang memilih teman, dapat kamu baca di sini.

Hal yang tak kalah penting adalah selalu bersyukur dengan apa pun yang telah kita miliki. Tidak semua yang kita lihat sebagai sesuatu yang menarik adalah sesuatu yang cocok dan baik untuk kita. Yuk hindari kebiasaan boros dan fokus memperbaiki diri agar menjadi seseorang yang berguna dan dipandang bukan hanya dari segi materi.

 
    Share to Facebook Share to Twitter